#JusticeForAudrey dan #AudreyJugaBersalah

bullying
photo by : pixabay

Hari Selasa lalu (9 April 2019) dunia maya diramaikan tagar #JusticeForAudrey. Tagar ini bukan hanya digaungkan oleh orang-orang yang tak dikenal, tapi justru oleh influencer-influencer yang cukup berpengaruh di dunia maya. Artis-artispun ada yang ikut mendukung tagar ini.

Apa sih #JusticeForAudrey? Siapa itu Audrey? Kira-kira itulah yang ada di benak para netizen. Jadi dikisahkan ada seorang remaja putri (SMP) di daerah Pontianak bernama Audrey yang dirundung (bully) oleh 12 remaja putri lain (SMA). Hal yang membuat netizen semakin marah adalah perundungan ini katanya sampai membuat alat vital remaja putri tersebut terluka. Alhasil berita ini menjadi begitu viral dan ada netizen yang berinisiatif untuk menggalang dukungan di change.org bagi Audrey. #JusticeForAurey adalah bentuk dukungan netizen agar para pelaku perundungan dapat dihukum, meski mereka masih di bawah umur. Terlebih lagi para pelaku merasa tidak bersalah dan malah melakukan boomerang saat berada di kantor polisi.

Setelah kabar ini menjadi begitu viral, sampai-sampai Pak Jokowi turut berkomentar, maka kepolisian menyelidiki kasus Audrey. Dari hasil visum (yang dilakukan seminggu sesudah kejadian), diketahui bahwa pelaku hanya 3 orang, bukan 12, tidak ada lebam dan tidak ada juga bekas luka di kemaluan Audrey. Setelah mendapati fakta tersebut, lagi-lagi netizen membuat tagar #AudreyJugaBersalah yang intinya mereka menganggap Audrey lebay dan berbohong pada publik. Mereka merasa tertipu dengan pengakuan Audrey.

Graziers, tanpa mengesampingkan tagar #JusticeForAudrey dan #AudreyJugaBersalah, sebenarnya dari kasus ini kita dapat melihat masalah besar yang sedang menimpa remaja zaman now. Mengapa mereka bisa melakukan perundungan semacam itu? Mengapa Audrey bisa lebay dan bohong? Ada apa dengan para remaja ini? Pengaruh apa yang membuat mereka seperti ini?

Beberapa hal yang bisa diajukan sebagai penyebab adalah : pencarian jati diri di masa remaja, asmara, dan juga perhatian orang tua. Mencari jati diri di masa remaja adalah fase yang harus dilewati manusia. Menemukan teladan yang salah hanya akan membuat remaja berpikir dan bertindak salah, meniru teladan mereka. Belum lagi masalah hormon yang mulai berubah di tubuh remaja, membuat mereka lebih tertarik untuk menjalin relasi dengan temannya. Ada yang sudah ingin berpacaran, menjalin asmara. Ketika ada masalah asmara remaja gampang bete dan melakukan hal yang aneh-aneh. Itulah sebabnya peran orang tua sangat penting dalam menjadi partner para remaja. Bukan hanya sebagai ‘dewan penyantun’ yang memberikan uang sekolah, namun sebagai teman sekaligus teladan bagi para remaja.

Lalu bagaimana sikap kita sebagai anak Tuhan? Firman Tuhan di II Tim 3:1-4 mengatakan Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Inilah tantangan yang dihadapi gereja, termasuk pembina-pembina dan juga para remaja sendiri. Banyak sifat buruk yang menghinggapi manusia di akhir zaman. Bagaimana kita menghadapinya?

Pertama, kenal kasih Kristus secara pribadi. Sebagai remaja mari belajar mengenal kasih Kristus secara pribadi. Bukan hanya karena ikut-ikutan teman. Tuhan Yesus sudah mau berkorban untuk kita sekalian, menebus dosa kita sekalian. Ef 3:18-19  Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Kedua, belajar dari firman Tuhan. Firman Tuhan memiliki banyak manfaat II Tim 3:16  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Begitu banyak manfaat dari firman Tuhan. Bacalah alkitab dengan teratur. Mintalah Roh Kudus untuk memimpin kita saat kita membaca firman Tuhan.

Ketiga, berkumpullah dengan komunitas yang benar. Kalau kita berkumpul dengan komunitas yang suka membully sesama, kita bisa menjadi pembully juga, kalau kita kumpul dengan komunitas yang suka lebay dan berbohong, kita bisa menjadi lebay dan pembohong juga I Kor 15:33  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Mari kita belajar memahami kasih Kristus, sekaligus juga belajar memahami remaja zaman now. Sebagai remaja, kuy ga usah ikut-ikutan yang ga bener. Pelajaran lain yang kita dapatkan dari kasus Audrey tentunya adalah belajar untuk menahan diri dan tidak langsung percaya dengan sesuatu yang sedang viral. Sesuatu yang viral memang menarik, tapi pada akhirnya faktalah yang akan mengungkap kebenaran.

Salam Graziers!!

Follow us in social media :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*