BAHTERA KESELAMATAN DI DALAM YESUS

Shalom! Beberapa bulan ini Indonesia dan sebagian besar negara-negara di dunia ini bersama-sama menghadapi pandemi virus Corona. Virus ini telah menelan korban-korban jiwa baik di Indonesia maupun di luar negeri. Di dalam firman Tuhan, ada juga virus yang sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa manusia. Namanya adalah dosa. Seperti virus, dosa menjalar ke segala aspek kehidupan manusia. Dikatakan dalam Rom 5:12  Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Jika kita melihat dalam ketika manusia jatuh dalam dosa, semua aspek terkena dampak. Di Kej 3:10 dst kita dapat melihat dampak-dampak yang ditimbulkan dari dosa. Manusia menjadi takut (Kej 3:10). Termasuk takut untuk bertemu dengan Allah. Hubungan yang tadinya sangat dekat menjadi renggang. Manusia juga menjadi tertutup dan tak lagi memiliki ‘keterbukaan’, sebagai contoh, mereka menutupi ketelanjangannya dengan daun (Kej 3:7). Selain itu manusia juga mengalami kelemahan-kelemahan tubuh, mereka harus mengalami kesakitan saat melahirkan, berpeluh dan bekerja keras dalam hidupnya (Kej 3:16 dst). Ditambah lagi, kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan semata-mata (Kej 6:5-6).

Kita juga belajar dari Alkitab bahwa di masa itu ada seseorang yang mendapat kasih karunia di mata Allah. Namanya Nuh. Dikatakan dalam firman Tuhan, ia orang yang tak benar dan tak bercela di antara orang-orang sezamannya, dan Nuh hidup bergaul dengan Allah (Kej 6:9). Kehidupan bergaul dengan Allah diteladani Nuh dari kakek buyutnya, Henokh. Di Kej 5:24 dikatakan Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Bergaul dengan Allah dapat juga diartikan berjalan bersama dengan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang hidup bergaul dengan Allah bukan berarti menjadi penyendiri dan hanya berdoa di dalam kamar saja tanpa mau berkumpul dengan sesama. Henokh dan Nuh juga menikah dan beranakcucu seperti orang normal lainnya.

Nuh, ketika dalam kehidupannya selalu bergaul dengan Allah mendapat tugas untuk membangun bahtera. Jika kita melihat di II Petr 2:5, Nuh juga merupakan pemberita kebenaran, artinya ia memberitakan kebenaran kepada orang-orang di zamannya. Namun, pada akhirnya yang ikut ke dalam bahtera hanyalah keluarga Nuh saja beserta hewan-hewan yang diperintahkan Tuhan (Kej 6:7-9). Bahtera yang dibuat oleh Nuh pada akhirnya menyelamatkan keluarganya.

Bagi kita sekarang, Tuhan Yesus juga mengajak kita untuk masuk dalam bahtera keselamatan di dalam iman kepada-Nya. Ajakan ini bukan hanya untuk orang Kristen saja, namun bagi seluruh dunia. Di Yoh 3:16-18 dikatakan Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Kuncinya dapat kita lihat di Yoh 3:18. Ajakan keselamatan sudah disampaikan, apakah kita percaya atau tidak percaya?

Seperti Nuh, hiduplah berjalan bersama dengan Tuhan setiap waktu. Kehidupan yang bergaul dengan Allah didasari dari jalan yang sudah dirintis Yesus untuk kita sekalian (Ibr 10:19-21). Terlebih dahulu kita mengajak dan mengajar keluarga kita untuk masuk dalam bahtera keselamatan di dalam Kristus Yesus. Jangan sampai kita menjadi berkat bagi orang lain, tetapi justru tidak menjadi berkat bagi keluarga kita sendiri.

Jangan hidup sebagai seteru salib Kristus (Fil 3:18) yang hanya memikirkan urusan duniawi, urusan perut dan tidak merasa malu atas aib karena dosa. Dengan hidup bergauul dengan Allah kita akan menjadi sekutu Allah. Kita akan diselamatkan dan mendapat keluputan dari berbagai macam hal yang mengancam. Kuatkan selalu iman kita. Keselamatan kita hanya ada di dalam Kristus Yesus. AMIN!

Ringkasan kotbah Kebaktian Minggu Pagi, 15 Maret 2020 oleh :  Pdt.Yesaya Sihombing